• Minggu, 2 Oktober 2022

Peringati Hari Malaria Sedunia, Waspadai Beberapa Gejalanya Berikut Ini

- Senin, 25 April 2022 | 13:02 WIB
Ilustrasi nyamuk Anopheles Malaria (Foto: Pixabay/MikuAalto)
Ilustrasi nyamuk Anopheles Malaria (Foto: Pixabay/MikuAalto)

TemanBaik, setiap tanggal 25 April diperingati sebagai Hari Malaria Sedunia. Acara tahunan ini merupakan upaya di seluruh dunia untuk meningkatkan kesadaran pengobatan dan pencegahan malaria.

Meski begitu, tak sedikit dari kita yang belum mengerti tentang penyakit dan gejala dari penyakit Malaria. Malaria adalah salah satu penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit.

Infeksi malaria bisa terjadi hanya melalui satu gigitan nyamuk. Jika tidak ditangani dengan benar, maka dapat berakibat seseorang kehilangan nyawa.


Malaria tidak bisa ditularkan secara langsung dari satu orang ke orang lain. Tetapi, bisa menular jika terjadi kontak langsung dengan darah pengidap. Gejala malaria akan muncul bila kamu digigit oleh nyamuk yang sudah terinfeksi oleh parasit Plasmodium.

Dilansir dari Halodoc, masa inkubasi atau waktu antara gigitan nyamuk malaria dan dimulainya gejala tergantung kepada jenis parasit yang menginfeksi. Biasanya masa inkubasi Plasmodium falciparum sekitar 1-2 minggu, sementara untuk Plasmodium vivax adalah 2-3 minggu. Kedua jenis parasit tersebut menjadi penyebab malaria paling banyak di Indonesia.

Nah, seperti apa sih gejala malaria? Yang paling umum, gejala malaria ini akan menimbulkan beberapa kondisi seperti anemia, berkeringat dingin, demam tinggi, menggigil, diare, dehidrasi, kejang, mual dan muntah-muntah, nyeri otot, sakit kepala, tinja berdarah, hiangga tekanan darah menurun tiba-tiba.

Baca Juga: Begini Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut saat Puasa

Untuk beberapa jenis malaria, demam muncul setiap 48 jam yang disertai keringat berlebihan dan rasa lelah. Selain itu, bila suhu tubuh sedang turun, kamu akan merasa kedinginan dan menggigil. Gejala malaria bisa berupa nyeri otot dan diare. Gejala-gejala malaria tersebut bisa berlangsung cukup lama yakni 6-12 jam. Kasus malaria paling berbahaya disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum.

Pada masa-masa inkubasi awal, gejala malaria yang muncul seperti nyeri kepala dan demam seringkali bersifat ringan sehingga sering dianggap remeh oleh pengidapnya. Tetapi hal ini bisa menjadi berbahaya apabila nyamuk yang menggigit kamu terinfeksi jenis parasit Plasmodium falciparum. Jenis parasit ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kondisi yang serius seperti masalah pernapasan atau kegagalan fungsi organ tubuh.

Dalam kondisi yang lebih parah, hal tersebut bisa mengancam nyawa pengidap jika tidak mendapat penanganan dalam waktu 24 jam. Maka dari itu, segera tanyakan pada dokter jika kamu atau keluargamu menunjukkan gejala malaria seperti yang dijelaskan di atas.

Apalagi jika kamu sedang atau telah bepergian ke daerah endemis malaria di Indonesia seperti wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Bengkulu yang menjadi tempat penyumbang terbanyak angka kejadian malaria di Indonesia. Hal ini berguna untuk mempercepat proses pengobatan agar bisa segera dimulai.

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sering Migrain, Yuk Hindari Makanan dan Minuman Ini!

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:00 WIB

Ada Jus dan Kopi, Hindari 5 Minuman Ini saat Cuaca Panas

Jumat, 30 September 2022 | 08:45 WIB

Waspada Mata Merah, Cek di Sini Apa Saja Penyebabnya!

Senin, 26 September 2022 | 07:10 WIB

Konsumsi Buah Sebelum Makan Ternyata Banyak Manfaatnya

Senin, 26 September 2022 | 06:05 WIB

Simak 12 Manfaat Luar Biasa Biji Labu bagi Kesehatan

Sabtu, 24 September 2022 | 09:44 WIB
X