• Minggu, 25 September 2022

Yuk! Kenali Kontaminasi dan Bahaya Salmonella pada Makanan

- Selasa, 19 April 2022 | 11:04 WIB
 (dok. Ilustrasi Unsplash/Centers for Disease Control and Prevention)
(dok. Ilustrasi Unsplash/Centers for Disease Control and Prevention)

TemanBaik, seperti ramai diberitakan sebelumnya, belum lama ini sebuah produsen cokelat berhadiah mainan (Kinder) asal Inggris menarik produknya dari pasaran. Hal tersebut dikarenakan adanya dugaan jika produk cokelat anak-anak tersebut terkontaminasi bakteri Salmonella, yang merupakan penyebab infeksi salmonellosis.

Di Indonesia sendiri Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah melakukan penarikan untuk produk Kinder sejenis dan melakukan uji sampling yang hasilnya akan keluar di minggu ketiga bulan April dan akan kembali diinformasikan kepada publik.

Salmonella adalah bakteri penyebab penyakit yang bernama salmonellosis. Bakteri ini cara penularannya dapat melalui makanan, hewan peliharaan, atau paparan kotoran manusia atau hewan.

Dilansir dari laman John Hopkins Medicine, infeksi Salmonella atau salmonellosis disebabkan oleh bakteri dalam genus Salmonella. Bakteri yang hidup di saluran usus manusia dan hewan. Bakteri ini dapat menyebar melalui feses. Seseorang yang terinfeksi salmonella dapat menyebarkannya ke orang lain melalui feses. 

Ada dua cara utama penyebaran Salmonella, yaitu dengan makanan dan air yang terkontaminasi, atau  kontak dengan hewan yang membawa bakteri. Bakteri Salmonella terdapat dalam kotoran banyak hewan, termasuk daging sapi, unggas, dan ikan, dan sering mencemari daging, susu, atau telur mereka. Dalam kasus telur, bakteri dapat ditemukan di dalam maupun di luar cangkang.

Kontaminasi feses dengan air atau kontaminasi silang saat proses atau penyiapan makanan dapat menyebabkan penyebaran bakteri dalam sayuran, buah, makanan laut, rempah-rempah, dan makanan olahan. Selain melalui makanan dan air, Salmonella juga bisa menyebar melalui hewan ternak dan hewan peliharaan.

Kalau kamu bekerja, mengunjungi peternakan atau memelihara hewan ternak, risiko terpapar bakteri ini bisa meningkat. Karena, bakteri ini dapat mencemari kandang, bulu, dan air tanah. Hewan-hewan pembawa bakteri ini bisa saja terlihat bersih dan sehat, tapi sebenarnya menularkan bakteri berbahaya. Beberapa hewan yang diketahui menyebarkan Salmonella antara lain unggas, kambing, sapi, domba, dan babi.

Bahaya dan jenis komplikasi yang perlu diwaspadai
Dikutip dari laman Everyday Health, pada umunya, gejala infeksi Salmonella adalah diare, kram perut, demam, sakit kepala, mual, muntah, dan kehilangan selera makan. Infeksi dari bakteri ini dapat menyebabkan komplikasi jika bakteri menyebar dari sistem pencernaan ke tempat lain di tubuh. Termasuk aliran darah, tulang, persendian, dan sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).

Baca Juga: 4 Langkah Awal untuk Mengobati Anak Pengidap Penyakit Kawasaki


Dilansir dari laman Halodoc, berikut ini adalah beberapa kemungkinan komplikasi Salmonella, di antaranya adalah Dehidrasi yang terjadi karena diare, mual, dan muntah. Gejalanya adalah produksi urine berkurang, mulut kering, dan mata cekung. Kemudian ada Bakteremia. Salmonella bisa meninggalkan usus dan memasuki aliran darah. Jika ini terjadi, infeksi dapat menyebar ke area lain di tubuh. Lalu yang teralhir adalah Artritis reaktif (sindrom Reiter). Kondisi peradangan dengan gejala berupa nyeri dan kaku di persendian, pembengkakan jari kaki dan tangan, konjungtivitis, dan nyeri saat buang air kecil.

Cara pencegahan
Dengan makanan yang berasal dari hewan sebagai ancaman terbesar kontaminasi Salmonella, maka hindari makan produk hewani yang mentah atau setengah matang. Termasuk telur, unggas, makanan laut, atau daging.

Jika masih ingin mengonsumsinya, berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk meminimalisir kontaminasi. Kita harus pastikan semua unggas, daging, makanan laut, dan telur, dimasak dengan baik. Jangan mengonsumsi susu atau produk susu yang mentah atau tidak dipasteurisasi. Lalu jangan mengonsumsi telur mentah atau setengah matang. Buang telur yang retak. Simpan telur dalam lemari es, cuci bersih produk makanan sebelum memakannya.

Hindari kontaminasi silang makanan. Pisahkan daging mentah dari produk, makanan matang, dan makanan siap saji. Cuci bersih semua peralatan, termasuk talenan, pisau, dan meja, setelah menangani makanan mentah. Cuci tangan secara menyeluruh sebelum menyiapkan makanan, setelah berkontak dengan kotoran, dan setelah memegang reptil atau burung, karena reptil dan burung sangat mungkin membawa Salmonella.

Nah, TemanBaik dari penjelasan tersebut, kita dapat mengetahui bahwa bakteri ini bisa mengontaminasi berbagai jenis makanan, termasuk makanan olahan bahkan yang dibuat di pabrik. Yuk! Lebih cermat lagi dalam menginsumsi makanan

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Simak 12 Manfaat Luar Biasa Biji Labu bagi Kesehatan

Sabtu, 24 September 2022 | 09:44 WIB

7 Makanan Ini Mampu Meredakan Batuk dan Pilek Lebih Cepat

Minggu, 18 September 2022 | 18:45 WIB

10 Manfaat Berjalan Kaki bagi Kesehatan Tubuh

Sabtu, 17 September 2022 | 10:23 WIB

Minuman Ini Mampu Meningkatkan Imunitas saat Musim Hujan

Jumat, 16 September 2022 | 06:05 WIB

3 Cara Sederhana Mencegah dan Mengatasi Mata Lelah

Kamis, 15 September 2022 | 06:05 WIB
X