• Minggu, 25 September 2022

Kendalikan Kolesterol agar Puasa saat Ramadhan Makin Sehat

- Senin, 28 Maret 2022 | 09:30 WIB
 (dok. Unsplash/NEonBrand)
(dok. Unsplash/NEonBrand)

Kabar gembira bagi umat Muslim Indonesia, karena meski masih dengan protokol kesehatan ketat, pemerintah optimis bulan suci Ramadhan tahun ini kita jelang dalam kondisi lebih leluasa.

Ibadah Ramadhan bisa kembali seperti masa-masa sebelum pandemi, dengan minim pembatasan sosial dan tetap tertib prokes.

Semangat menjaga kesehatan memang tidak boleh kendur, karena banyak hal lain yang mempengaruhi kualitas kesehatan.

Salah satunya adalah peningkatan kolesterol akibat konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan gula berlebih saat Ramadhan.

Kadar kolesterol tinggi bisa menimbulkan banyak penyakit. Di antaranya jantung koroner, stroke, hingga penyumbatan pembuluh darah.

Untuk mencegahnya, kita perlu mengadopsi pola hidup sehat dan mendukung pengelolaan kolesterol dengan pola makan yang baik.

Selain itu, kita juga perlu banyak bergerak, atau dibantu dengan konsumsi senyawa alami yang bisa menurunkan kadar kolesterol buruk, seperti plant stanol. Senyawa organik yang bisa didapatkan di sayur-sayuran dan buah-buahan.

Diwawancarai secara daring, dr Sheena R. Angelia, M.Gizi, SpGK, dokter spesialis gizi klinis di RS Siloam Kebon Jeruk (28/03) menuturkan, kadang-kadang memang kita suka lengah menjaga asupan nutrisi berkualitas dan mudah khilaf ketika tersaji banyak makan enak saat berbuka di bulan puasa.

"Padahal saat berpuasa, banyak orang cenderung mengurangi aktivitas fisik karena takut membatalkan ibadah puasa. Ini menimbulkan risiko sedentary lifestyle, gaya hidup minim aktivitas fisik," jelasnya.

"Jika dikombinasikan dengan pola diet kurang sehat, gaya hidup semacam ini dapat berisiko. Tanpa disadari, kita suka berbuka puasa dengan makanan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti daging, gorengan, jeroan, junk food, dan lainnya, sebagai reward setelah berpuasa selama belasan jam. Alhasil, kadar kolesterol jahat dalam tubuh pun meningkat," tambahnya.

Penyakit hiperkolesterolemia memang mengancam kesehatan masyarakat di seluruh dunia, khususnya negara-negara Asia. Diduga kolesterol menjadi penyebab 3,9 juta kasus kematian di seluruh dunia yang setengahnya terjadi hanya di wilayah Asia.

Baca Juga: Asam Lambung Naik? Yuk Kenali Dulu Apa Penyebabnya

Sebuah riset di China menunjukkan terjadi peningkatan penderita kolesterol di negara-negara Asia, termasuk Indonesia akibat pola diet dan makan masyarakat yang banyak mengonsumsi makanan olahan dengan kandungan lemak jenuh tinggi.  

Berdasarkan riset yang terbit di jurnal Nature, 102,6 juta orang dewasa dari 200 negara berbeda sejak 1980-2018 memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Dari 200 negara yang diuji, di akhir penelitian, posisi Indonesia berada di peringkat 37 dalam hal jumlah penduduk dengan penderita kolesterol tertinggi.

Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018, menunjukan bahwa 6,3% penduduk berusia 15-34 tahun dilaporkan memiliki kolesterol tinggi. Jumlah tersebut diduga meningkat selama pandemi COVID-19, karena memicu kebiasaan “rebahan” dan kebiasaan lainnya yang mencirikan sedentary lifestyle di era yang serba instan ini. 

"Sejatinya, kolesterol adalah senyawa yang diperlukan tubuh untuk memproduksi hormon, vitamin D, dan komponen lain yang digunakan untuk mencerna makanan. Namun, jika jumlah kolesterol dalam tubuh terlalu banyak atau tidak ada keseimbangan justru membawa dampak buruk dan menimbulkan berbagai penyakit seperti penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, dan hipertensi," papar dr. Sheena

"Di tahap awal, tidak ada gejala khusus saat kadar kolesterol di tubuh kita meningkat, namun jika kadar kolesterol sudah lebih dari 200 mg/dL, biasanya muncul berbagai gejala seperti sering sakit kepala, tengkuk hingga bahu terasa pegal dan kaku, nyeri pada persendian, munculnya benjolan pada tendon persendian (Xanthoma), dan gumpalan-gumpalan seperti jerawat di bawah kelopak mata (Xanthelasma)," tambahnya.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kadar kolesterol, mulai dari mengadopsi pola makan gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, lemak baik, dan tinggi serat.

Kemudian, kita disarankan juga mengurangi konsumsi makanan-makanan dengan kandungan lemak jenuh yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol,  serta meningkatkan aktivitas fisik serta berolahraga selama 15-30 menit, sebanyak 3-5 kali seminggu secara rutin. Plus, hindari merokok dan pengelolaan stres juga harus diperhatikan. 

Selain menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, kita dapat mengonsumsi plant stanol ester dalam jumlah memadai untuk membantu mengendalikan kadar kolesterol dalam tubuh.

Halaman:

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Simak 12 Manfaat Luar Biasa Biji Labu bagi Kesehatan

Sabtu, 24 September 2022 | 09:44 WIB

7 Makanan Ini Mampu Meredakan Batuk dan Pilek Lebih Cepat

Minggu, 18 September 2022 | 18:45 WIB

10 Manfaat Berjalan Kaki bagi Kesehatan Tubuh

Sabtu, 17 September 2022 | 10:23 WIB

Minuman Ini Mampu Meningkatkan Imunitas saat Musim Hujan

Jumat, 16 September 2022 | 06:05 WIB

3 Cara Sederhana Mencegah dan Mengatasi Mata Lelah

Kamis, 15 September 2022 | 06:05 WIB
X