• Minggu, 14 Agustus 2022

Living Lab, Solusi Langsung Tuntaskan Masalah Kota Bandung

- Rabu, 22 Juni 2022 | 18:30 WIB
Bandung Command Center salah satu upaya mewujudkan Bandung Smart City.  (Ilustrasi/Pixabay)
Bandung Command Center salah satu upaya mewujudkan Bandung Smart City. (Ilustrasi/Pixabay)

"Bukan hanya tentang wifi, tapi juga pelayanan digitalisasi kesahatan, pendidikan, ekonomi dan lainnya," kata Hendra dalam siaran persnya.

Rencananya wilayah DDG (Dipatiukur, Dago dan Ganesha) menjadi target pertama yang akan digarap Living Lab.

Baca Juga: Wow, Warner Bros Beli Serial Animasi Bikinan Indonesia 'The Beachbuds'

Beberapa aspek masalah yang akan dibenahi, seperti ekonomi, pelayanan, dan infrastruktur.

"Hanya 30 persen dari UMKM di Kota Bandung yang sudah melakukan e-payment. Padahal potensinya besar. Nanti setelah coba disosialisasikan digitalisasi, kita lihat berapa persen peningkatan ekonominya," paparnya.

Selain itu, Living Lab ini melibatkan beragam stakeholder terkait. Para stakeholder ini akan diterjunkan langsung ke masyarakat untuk menyelesaikan masalah.

"Jadi, problemnya bukan dibawa ke lab, tapi kita menyediakan para ahlinya langsung ke wilayah tersebut. Makanya dinamakan Living Lab," lanjutnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A Brilyana mengatakan, Living Lab bukan hanya pekerjaan Pemkot dan akademisi, tapi juga seluruh stake holder.

"Supaya efektif dan efisien, maka seluruhnya harus terintegrasi. Kita tidak bisa bicara smart city sendirian oleh pemerintah. Tapi perlu menggait masyarakat juga," kata Yayan.

Dengan kolaborasi tersebut, Kota Bandung bisa akselerasi menjadi kota smart dengan infrastruktur lengkap, beragam aplikasi yang bisa digunakan, dan akses internet di manapun.

Halaman:

Editor: Gin Gin Tigin Ginulur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Omzet Pasar Kreatif Bandung Tembus Rp6,5 Miliar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 18:04 WIB

Pemprov Jabar Dorong Penguatan Lembaga Koperasi

Rabu, 13 Juli 2022 | 22:25 WIB
X