• Rabu, 7 Desember 2022

Siswa tak Mampu Jabar akan Dapat Pendidikan Gratis di Sekolah Swasta

- Selasa, 7 Juni 2022 | 16:54 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memantau pelaksanaan PPDB 2022 di kantor Dinas Pendidikan Jabar, Selasa 7 Juni 2022. (Inilahkoran/Okky Adiana)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memantau pelaksanaan PPDB 2022 di kantor Dinas Pendidikan Jabar, Selasa 7 Juni 2022. (Inilahkoran/Okky Adiana)

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022 ini terasa spesial menyusul kehadiran Program Sekolah Swasta Peduli Dhuafa/Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM).

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, program tersebut memungkinkan ribuan siswa dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan sekolah di bangku SMA, SMK maupun SLB secara gratis.

"Tahun ini kita bikin program sekolah swasta peduli dhuafa, kemungkinan akan ribu ribu anak dhuafa yang nanti sekolahnya di swasta tidak perlu bayar sama sekali selama 1-3 tahun. Nah ini gotong royong yang luar biasa," ujar Ridwan Kamil di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (7/6/2022).

Ridwan Kamil mengatakan, pada tahun lalu hanya 70 siswa keluarga tidak mampu yang difasilitasi sekolah gratis oleh yayasan maupun sekolah swasta.

Sementara tahun ini, kata Ridwan Kamil, kemungkinan besar jumlahnya akan bertambah hingga ribuan siswa yang dapat difasilitasi gratis di sekolah swasta.

Baca Juga: Bandung PPKM Level 1, Pemkot Masih Kaji Aturan Penonton Piala Presiden

"Sekarang ratusan sekolah mau bergabung, dan hasil hitungan kita tadi saja satu kota sudah 700 an kursi gratis. Kalikan 27 saya asumsikan kan beribu ribu di atas 5000 kira-kira," katanya.

Lebih lanjut Ridwan Kamil berharap, PPDB 2022 ini menjadi yang paling adil dan transparan. Melalui Dinas Pendidikan Jabar, pemerintah terus mendesain agar PPDB di Jabar dapat membela masyarakat miskin.

Salah satu pembelaan warga miskin di Jabar, kata dia, dengan memberikan bantuan keuangan kepada warga miskin yang sekolahnya di swasta.

"Mau sekolah negeri swasta sama saja, kesuksesan tidak selalu diukur oleh sekolah formal," ucap Ridwan Kamil.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi menyampaikan, sejak tahun lalu pihaknya telah membuka upaya agar yayasan atau sekolah swasta turut membantu dengan menggratiskan sekolah bagi warga miskin.

Tahun kemarin, kata dia, khusus Bandung saja, ada 70 siswa dari keluarga tidak mampu yang difasilitasi oleh sekolah swasta.

Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah yang Cepat Lulus dan Mudah dapat Kerja

Sementara tahun ini, Dedi kembali menyampaikan ke seluruh cabang dinas untuk membuka Program Sekolah Swasta Peduli Kaum Dhuafa dan KETM.

"Ternyata, ketika tadi (pertemuan) virtual, ada 21 sekolah dan yayasan SMA/SMK swasta di Kota Bandung dengan total kuotanya mencapai 748, mereka siap menampung dan menggratiskan warga miskin selama tiga tahun," katanya.

Menurut Dedi, jika beberapa sekolah di Jabar turut serta dalam program ini maka akan menjadi sebuah solusi yang besar di sektor pendidikan.

Khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu agar anaknya bisa meneruskan jenjang pendidikan di level SMA, SMK maupun SLB.

"Karena di masa pandemi Covid-19 ini, yang miskin bertambah banyak, artinya ada warga miskin baru, sementara jumlah sekolah negeri juga terbatas, maka harus dibuka inovasi tersebut," pungkas Dedi.

Editor: Gin Gin Tigin Ginulur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Yuk, Ikuti Lomba Inovasi SCBD Berhadiah Rp10 Juta

Rabu, 24 Agustus 2022 | 10:37 WIB
X