Berani Bicara, Langkah SMP Negeri 2 Bandung Atasi Perundungan

- Rabu, 23 November 2022 | 18:15 WIB
Kegiatan di SMP Negeri 2 Bandung dalam upaya mengatasi perilaku perundungan oleh siswa. (Dok. Humas Kota Bandung/SMP Negeri 2 Bandung)
Kegiatan di SMP Negeri 2 Bandung dalam upaya mengatasi perilaku perundungan oleh siswa. (Dok. Humas Kota Bandung/SMP Negeri 2 Bandung)

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Ada Jembatan Gantung Kaca di Bromo

Setiap siswa mendapatkan modal 100 poin. Jika ada yang melakukan pelanggaran, maka poin dikurangi.

"Kalau di bawah 60 poin, siswa tidak bisa mengikuti Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester. Harus menambah poin dengan melakukan beberapa kegiatan," ucapnya.

Beberapa cara untuk menambah poin seperti setor ayat Alquran, hafalan UUD 1945, dan membersihkan masjid. 

"Tapi itu juga kesepakatan dari anak. Mereka yang memilih sendiri ingin meningkatkan poin dengan cara apa," paparnya.

Baca Juga: Sudah Dikenalkan Leluhur, Ini Manfaat Air Beras untuk Kulit

Salah satu agen Roots tahun lalu adalah Arundaya Biancha Nitisara, kelas 9G. Ia juga merupakan Wakil Ketua Osis periode 2021-2022.

Selama tiga bulan ia dan rekan-rekannya dibimbing untuk memahami dan menyosialisasikan anti perundungan.

"Dua kali dalam seminggu dapat bintek. Dikasih penjelasan mengenai contoh dan dampak perundungan," sebut Arun.

Pada acara puncaknya Arun menampilkan karya puisi untuk mengajak teman-temannya melawan bullying. Ia mengaku, dengan adanya program Roots, bullying di sekitarnya menjadi berkurang.

Halaman:

Editor: Marshal Deru Bumi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kota Bandung Sambut Hari Raya Imlek dengan Toleransi

Kamis, 19 Januari 2023 | 13:40 WIB

Berita Baik! Kota Bandung Cabut Perwal Tentang PPKM

Selasa, 3 Januari 2023 | 09:25 WIB
X