Hari Hutan Sedunia: Hutan Kita, Terlalu Berharga untuk Hilang

- Senin, 21 Maret 2022 | 11:15 WIB
Ilustrasi hutan (Pixabay)
Ilustrasi hutan (Pixabay)

TemanBaik, banyak aspek dari kehidupan manusia yang terkait dengan hutan dan jasa lingkungan. 

Hutan memainkan peranan penting dalam pengentasan kemiskinan dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Nah, hari ini dunia memperingati Hari Hutan Internasional atau Hari Hutan Sedunia. Tema yang diangkat: Hutan dan Produksi, Konsumsi Berkelanjutan.

Tema ini mengacu pada pengelolaan hutan yang lestari. Selain itu, juga cara pengelolaan sumber daya hutan, kunci dalam memerangi perubahan iklim.

Pengelolaan hutan yang lestari juga berkontribusi pada kemakmuran serta kesejahteraan untuk generasi sekarang dan masa depan.

“Sangat penting untuk memproduksi dan mengkonsumsi kayu dengan cara yang lebih ramah lingkungan bagi bumi dan penghuninya. Mari kita lindungi sumber daya yang mudah diperbarui ini dengan pengelolaan hutan yang berkelanjutan”, ujar Kepala Perwakilan FAO di Indonesia, Rajendra Aryal, dalam siaran persnya.

Namun terlepas dari semua manfaat ekologi, ekonomi, sosial dan kesehatan yang tak ternilai ini, deforestasi global terus berlanjut pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Baca Juga: Bandrek, Tim Basket ASN Kota Bandung yang Jadi Runner Up Piala Gubernur

Dunia kehilangan 10 juta hektare hutan per tahun atau lebih dari setengah luas Sulawesi. Degradasi lahan mempengaruhi hampir dua miliar hektare, wilayah yang lebih luas dari Amerika Selatan.

Hilangnya hutan dan degradasi dari fungsi hutan menimbulkan berbagai macam masalah. Sebut saja pemanasan global. Diperkirakan, lebih dari delapan persen tanaman hutan dan lima persen hewan hutan dan burung berada pada 'risiko yang sangat besar' untuk punah.

“Pemerintah Indonesia telah menunjukkan upaya luar biasa untuk mengurangi deforestasi. Upaya ini perlu kita apresiasi dengan mendukung pemerintah Indonesia menegakkan hukum untuk melindungi hutan dan masyarakat hutan sebagai aspek fundamental dalam mengelola hutan lestari”, tambah Rajendra.

Halaman:

Editor: Gin Gin Tigin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jawa Barat Jadi Pionir Pariwisata Berbasis HAM

Selasa, 5 Juli 2022 | 20:55 WIB
X