Sejarah All England, Turnamen Bulutangkis Tertua di Dunia

- Sabtu, 19 Maret 2022 | 09:47 WIB
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo  (pbsi.id)
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (pbsi.id)

Indonesia memastikan satu tempat di final All England 2022. Pada semifinal ganda putra All England 2022, pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana akan menantang senior mereka Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Satu lagi ganda putra All England 2022 asal Indonesia yang lolos ke semifinal adalah Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Mereka akan berhadapan dengan pasangan Cina He Ji-Ting-Tan Qiang. Semifinal berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Sabtu 19 Maret 2022, mulai pukul 17.00 WIB.

Dikutip dari pbdjarum.org, All England adalah turnamen tertua bulutangkis di dunia. Turnamen ini sudah bergulir sejak tahun 1899 silam.

Dengan sejarahnya, All England pun menjadi salah satu turnamen paling bergengsi di kalangan pebulutangkis elite dunia. Gelar ini menjadi yang diperhitungkan dan diburu.

Dalam sejarahnya, All England hanya pernah digelar di delapan arena. Pada 1899 hingga 1901, All England yang kala itu masih bernama The Open English Championships digelar di HQ of the London Scottish Rifles, Buckingham Gate dan hanya mempertandingkan tiga nomor di sektor ganda. Sementara nomor tunggal baru dipertandingkan tahun berikutnya.

Baca Juga: Simak, Ini Deretan Negara dengan Durasi Puasa Terlama di Dunia

Baca Juga: Sambut MotoGP Mandalika, Wisatawan Disuguhi Produk Kreatif Lombok

Pada tahun keempat, London Rifles Brigade’s City Headquarters di Buhill Row, Islington menjadi tempat baru turnamen ini. Venue turnamen kembali berpindah pada tahun 1910. Lindley Hall, Vincent Square di Westimster, London menjadi tempat keempat.

Halaman:

Editor: Gin Gin Tigin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jawa Barat Jadi Pionir Pariwisata Berbasis HAM

Selasa, 5 Juli 2022 | 20:55 WIB
X