• Sabtu, 13 Agustus 2022

Legenda Balap Motor Indonesia Tjejep Heriyana dapat Kado Tiket Moto GP dari Gubernur Ridwan Kamil

- Jumat, 18 Maret 2022 | 08:15 WIB
Tjejep Heriyana legenda balap motor Indonesia (dok. Humas Jawa Barat)
Tjejep Heriyana legenda balap motor Indonesia (dok. Humas Jawa Barat)
Senyum Tjetjep Heriyana merekah lebar setelah mendapat tiket menonton MotoGP secara langsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dari Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil
 
Gubernur menjelaskan, tiket tersebut adalah bentuk apresiasi kepada Tjetjep yang merupakan mantan pembalap motor nasional asal Jawa Barat. Menurutnya, Tjetjep sudah mengharumkan nama Indonesia di ajang balap motor pada dekade 70-an. 
 
"Pak Tjetjep ini orang yang punya minat kuat di bidang otomotif. Prestasi beliau diakui dunia. Jadi, ini bentuk apresiasi dari Pemda Provinsi Jabar untuk beliau yang sudah sangat berjasa membawa nama negara," kata Gubernur dikutip dari laman resmi jabarprov.go.id.
 
Gubernur berharap Tjetjep berbahagia dengan apresiasi berupa tiket MotoGP Sirkuit Mandalika. "Semoga Pak Tjetjep senang dan bisa memuaskan hasrat beliau yang sudah dari dulu ingin nonton langsung MotoGP," ucapnya. 
 
Tjetjep berangkat menuju Lombok bersama anak dan cucunya pada Kamis (17/03/2022). Tjetjep sendiri sangat bahagia dan antusias untuk menyaksikan ajang balap motor paling pretisius di dunia tersebut secara langsung di Mandalika. 
 
"Terima kasih banyak Pak Gubernur. Saya enggak bisa ungkapkan apa-apa. Pokoknya saya senang sekali. Karena selama ini hanya bisa melihat MotoGP di TV," ucap Tjetjep di Kota Cimahi, Kamis (17/03/2022). 

Baca Juga: Hore! Sungai Citarum saat Ini Masuk di Kategori Cemar Ringan
 
Kecintaan Tjetjep kepada balap motor sudah muncul sejak usia 13 tahun. Ia secara otodidak belajar banyak hal untuk mengasah kemampuan balapnya. Ia sengaja terbang ke Jerman dan Italia untuk belajar banyak mengenai mesin motor. 
 
Sedikit catatan, banyak trofi yang Tjetjep raih selama berkarier sebagai pembalap motor. Ketika ditanya jumlah medali dan trofi yang pernah diraih, ia mengaku tidak ingat seratus persen. 
 
"Sekitar 110 medali. Tapi, sekarang cuma ada 10 kalau tidak salah," kata Tjejep
 
Prestasi tertinggi Tjetjep adalah juara 3 Grand Prix Macau pada 1970. "Dulu saya pernah juara tiga di Macau," imbuhnya.
 
Empat tahun berselang, Tjetjep terpaksa pensiun dari dunia balap motor. Kecelakaan di GP Batu Tiga, Kuala Lumpur, Malaysia, membuat kondisi fisiknya tidak dapat lagi beradu cepat motor di sirkuit. 
 
Meski begitu, Tjetjep tidak pernah betul-betul meninggalkan dunia balap motor sepenuhnya. Ia masih mengikuti perkembangan dunia balap motor, mulai dari pembalap yang beradu cepat di MotoGP, perkembangan mesin motor balap, sampai Sirkuit Mandalika
 
"(Sirkuit Mandalika) ini luar biasa. Ini salah satu yang terbagus. Ada laut, ada gunung. Itu jadi antik. Sama kayak Macau," ucapnya. 
 
Selain indah, Sirkuit Mandalika bisa memotivasi pembalap-pembalap Indonesia untuk menorehkan prestasi di kancah internasional. Apalagi, kata Tjetjep, pembalap-pembalap motor Indonesia pada 1970-an selalu diperhitungkan negara lain. 
 
"Tahun 70-an, 68 sampai 70 lebih, di Asia Tenggara, pembalap Indonesia paling jago, paling ditakutin. Pembalap Indonesia berani dan bagus-bagus," katanya. 
 
Tjetjep sendiri akan berulang tahun yang ke-83 pada 26 Maret 2022. Tiket menyaksikan langsung MotoGP dari Kang Emil merupakan kado terindah. Tjetjep pun tidak sabar mendengar deru mesin motor MotorGP. 
 
"Gerung-gerungnya pasti beda," ucap Tjetjep sambil merekahkan senyuman.

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wagub Jabar Dorong Masyarakat Peduli Lingkungan

Jumat, 12 Agustus 2022 | 12:54 WIB

Ridwan Kamil Usul Pembentukan Gugus Tugas Honorer

Selasa, 9 Agustus 2022 | 18:15 WIB
X