• Kamis, 6 Oktober 2022

Sejarah Logo Halal Indonesia, Berubah di Era Menag Yaqut

- Selasa, 15 Maret 2022 | 06:53 WIB
Logo halal Indonesia yang baru menuai polemik. (mui.or.id)
Logo halal Indonesia yang baru menuai polemik. (mui.or.id)


Desain label halal baru yang ditetapkan Badan Penyelenggaran Jaminan Produk Halal (BPJPH) menuai polemik. Ada yang menyebut desain tersebut tak sesuai pembicaraan antara Kemenag dengan MUI.

Bagaimana pandangan MUI? Ketua Bidang Halal dan Ekonomi Syariah KH Sholahuddin Al Aiyub memberikan masukan terkait perubahan label halal tersebut.

Menurut dia, sebenarnya sejak tahun 2019 MUI dan Kementerian Agama telah mencapai babak final kesepakatan logo halal. Kala itu Menteri Agama dipegang Jenderal Fachrul Razi.

Di antara banyak aspek pembahasan sistem jaminan produk halal, logo halal menjadi bagian paling alot untuk disepakati.

Logo halal yang disepakati antara MUI dengan Kementerian Agama bentuknya bulat seperti logo halal MUI saat ini.

Baca Juga: Berbagi Energi Positif lewat 'Persib Football Festival'

Namun, tulisan melingkar Majelis Ulama Indonesia di bagian luar diganti menjadi Kementerian Agama Republik Indonesia. Tulisan arab melingkar Majelis Ulama Indonesia tetap.

Sementara logo halalnya jelas dengan tulisan arab, terletak di dalam belah ketupat. Di bawah tulisan halal arab itu, ada tulisan Halal Indonesia.

Kiai Aiyub menilai, logo halal yang seperti itu bisa mengakomodir berbagai pihak. Tulisan halalnya jelas. Kementerian Agama sebagai pihak tempat mendaftar dan menerbitkan sertifikasi halal jelas. MUI sebagai pihak yang mengeluarkan fatwa halal juga jelas.

Desain seperti itu, menurut Kiai Aiyub, menjembatani berbagai pihak sekaligus menggambarkan proses sistem sertifikasi halal yang baru sesuai peraturan perundang-undangan.

Halaman:

Editor: Gin Gin Tigin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X