• Rabu, 28 September 2022

Geliat Wirausaha Perempuan Tanah Air dalam Survei

- Kamis, 21 April 2022 | 11:21 WIB
 (dok. Populix)
(dok. Populix)

Pada peringatan Hari Kartini tahun 2022i ini, Populix membagikan laporan survei terbaru berjudul 'The Womenpreneurial Spirit in Indonesia' yang memberikan gambaran geliat pelaku UMKM perempuan tanah air. Dalam survei tersebut menyajikan data jika mayoritas dari perempuan Indonesia pernah berwirausaha untuk kebutuhan penghasilan tambahan.

"Sebagai kelompok mayoritas di kalangan pelaku UMKM, perempuan berperan penting dalam menggerakkan perekonomian nasional. Terlepas dari ukuran bisnis yang dijalankan, di antara para perempuan yang disurvei, 79% responden mengatakan bahwa mereka pernah menjalankan usaha dengan menjual produk, menawarkan jasa, dan mayoritas responden tersebut mengatakan akan terus menjalankan usahanya di masa depan," ujar Eileen Kamtawijoyo, Chief Operating Officer Populix.

Survei yang dilakukan Populix dilakukan pada tanggal 1–9 Maret lalu ini dilakukan secara daring melalui aplikasi Populix dengan terhadap 1.492 responden berusia 18-55 tahun di Indonesia. Dengan durasi pengerjaan survei sekitar 15 menit, pertanyaan survei dikemas dalam bentuk kombinasi kuesioner tertutup dan terbuka, dengan format pilihan ganda tunggal dan pilihan ganda kompleks.

Dalam survei 'The Womenpreneurial Spirit in Indonesia' ini, Populix juga menyajikan data terkait jenis produk dan jasa yang ditawarkan, alasan perempuan untuk berwirausaha, hingga rencana perempuan tentang kelanjutan bisnis wirausahanya. Yuk, simak paparannya di bawah ini:

(dok. Populix)

Jenis produk dan jasa yang ditawarkan
Survei Populix menunjukkan bahwa 53% responden perempuan pernah menjual produk buatan orang lain, 33% menjual produk buatan sendiri, 30% menawarkan jasa, 13% membuat produk untuk dijual oleh orang lain, dan 10% bergabung menjadi anggota pemasaran bertingkat (Multi-Level-Marketing).

Baca Juga: Ini 5 Cara Menjadi Kartini Masa Kini yang Sehat Jiwa

Adapun jenis produk yang paling banyak dijual oleh responden perempuan adalah makanan (56%), pakaian (41%), dan kosmetik (27%). Sementara itu, juru ketik (14%), joki (9%), endorsement (6%), layanan antar-jemput (6%), dan jasa penerjemah (3%) merupakan pekerjaan sampingan dan layanan jasa yang paling banyak digeluti oleh perempuan Indonesia.

Untuk mempromosikan usaha mereka, para perempuan memilih untuk menggunakan platform pemasaran digital dan word-of-mouth. Secara khusus, tiga saluran utama yang dipilih adalah aplikasi pengiriman pesan (WhatsApp, Line, dan sebagainya), media sosial (Facebook, Instagram, TikTok dan sebagainya), serta menawarkan langsung kepada teman dan keluarga.

(dok. Populix)

Alasan perempuan berwirausaha
Alasan utama yang mendorong perempuan memutuskan untuk berwirausaha adalah menambah penghasilan pribadi (74%). Selain itu, para perempuan juga menjalankan usaha untuk mengisi waktu luang (47%), membantu perekonomian keluarga (35%), mencari kesenangan (25%), dan memanfaatkan momentum (19%).
Terdapat 43% responden perempuan yang mengatakan bahwa mereka akan memanfaatkan momentum Ramadan untuk menjalankan usaha. Di antara responden tersebut, sebanyak 66% responden berencana untuk menjual makanan, 37% responden berencana untuk menjual aneka minuman, dan 35% responden akan menjual pakaian.

(dok. Populix)

Rencana perempuan terkait kelanjutan wirausahanya
Riset Populix menunjukkan bahwa 5 dari 10 responden perempuan masih menjalankan usaha secara aktif, dan 65% responden berencana untuk terus menjalankan usahanya di masa depan.

"Untuk menjaga daya saing, pelaku UMKM dituntut untuk terus beradaptasi mengikuti perkembangan digital dan permintaan pasar. Sebagai bentuk komitmen Populix untuk memberdayakan para pahlawan ekonomi dengan keputusan berbasis data, kami memiliki layanan survei self-service Poplite yang dapat digunakan para pelaku UMKM, termasuk mereka yang sempat berhenti dan berencana untuk kembali memulai usahanya," ungkap Eileen.

"Dengan Poplite, para pelaku UMKM bisa membuat survei sederhana untuk mengetahui persepsi calon pelanggan terhadap usaha yang akan kembali mereka geluti. Dengan begitu para pelaku UMKM ini bisa mengikuti perkembangan tren pasar, bahkan melakukan inovasi produk atau jasa yang mereka tawarkan, dan mendapatkan penghasilan yang lebih maksimal," Eileen menambahkan.

Sebagai infomasi, Populix adalah sebuah layanan survei konsumen berbasis digital yang menyediakan data komprehensif. Populix memulai debutnya pada tahun 2018 sebagai salah satu dari 7 startup yang berpartisipasi dalam GnB Accelerator dan dinobatkan sebagai salah satu dari lima startup inovatif asal Indonesia.

Tahun 2020, Co-Founder Populix, Eileen Kamtawijoyo, masuk dalam Forbes 30 Under 30 untuk kategori Enterprise Technology. Di tahun yang sama, Populix juga berhasil masuk trending dan menduduki ranking #3 kategori aplikasi gaya hidup di Google Play Store (Indonesia). Pada tahun 2021, Populix masuk dalam Top 50 Rising Startups di Indonesia versi Tech in Asia, serta diakui sebagai salah satu Top 100 Companies To Watch oleh Forbes Asia.

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 Kebiasaan Gaya Hidup Ini Bisa Mempercepat Penuaan

Selasa, 20 September 2022 | 08:51 WIB

7 Ciri Orang yang Berpikir Menggunakan Akal Sehat

Senin, 19 September 2022 | 17:38 WIB

Kamar Mulai Bau, Begini Trik untuk Mengatasinya

Rabu, 14 September 2022 | 11:23 WIB

Tips Aman Terobos Banjir Menggunakan Motor Matic

Selasa, 13 September 2022 | 09:08 WIB

Tips Menjemur Pakaian agar Cepat Kering saat Musim Hujan

Selasa, 13 September 2022 | 06:05 WIB

Apa Itu Polis Asuransi? Begini Penjelasan Selengkapnya

Kamis, 8 September 2022 | 15:40 WIB
X