• Kamis, 8 Desember 2022

Puasa Ramadhan di Negeri Jepang, Kangen Batagor dan Rujak Cuka

- Selasa, 5 April 2022 | 11:02 WIB
Yogi (tengah) dan kedua anaknya.  (Istimewa)
Yogi (tengah) dan kedua anaknya. (Istimewa)

Hijrah ke Jepang sejak 2002 silam, Yogi Wibowanto boleh jadi sudah cukup merasakan asam garam kehidupan di negeri sakura itu. Termasuk saat menunaikan ibadah puasa Ramadhan.

Yogi yang menetap di Iizuka, Fukuoka, bersama istri dan kedua anaknya, mengaku tak pernah bermasalah dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Apalagi, kata dia, Jepang cukup terkenal dengan sikap toleransinya yang tinggi.

"Orang Jepang mayoritas tidak beragama dan tidak percaya ketuhanan. Tapi masalah toleransi, saling menghargai. Terutama di kota besar seperti Tokyo dan Osaka," kata Yogi saat berbincang dengan beritabaik melalui fasilitas whatsApp.

Menurut Yogi, Tokyo dan Osaka memiliki jumlah imigran muslim yang banyak. Berbeda dengan daerah tempatnya tinggal yang minim jumlah Warga Negara Indonesia (WNI).

"Ramadhan di sini, terutama di daerah saya yang tidak banyak orang Indonesianya, terasa kurang rame," ujar Yogi.

Yogi pun mengingat masa lalu saat masih menjalani training untuk memulai kerja. Karena masih bujang, Yogi tinggal di asrama bersama WNI lainnya. Total ada sekitar 20 WNI yang menginap di asrama.

"Kalau dulu pas waktu jadi training mah rame, karena masih bujang, terus tinggal di asrama bareng temen orang Indonesia 20-an orang. Pada saat itu orang Indonesianya masih banyak," ujar suami dari Chika Ishimatsu itu.

Baca Juga: Ruang ImersifA, Sajian Baru dari Museum Nasional dengan Teknologi Imersif

Lebih lanjut Yogi mengatakan, perbedaan durasi berpuasa di Jepang dengan Indonesia tergantung musim. Di Jepang, kata dia, ada 4 musim yaitu dingin, semi, panas dan gugur.

Halaman:

Editor: Gin Gin Tigin Ginulur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X